Tuesday, January 4, 2011

Liga Primer Indonesia

Beberapa waktu terakhir gw sering banget dengar orang menyebut Liga Primer Indonesia (LPI). Memangnya apa sih LPI? Apa hubungannya juga LPI dengan Irfan Bachdim yang terancam dicoret namanya dalam skuad Timnas?
Nah berangkat dari rasa penasaran itu, gw mulai mencari tau tentang LPI . Dan inilah hasil investigasi Eya [hahaha..]



TENTANG LIGA PRIMER INDONESIA
 
Sebuah acara silaturahmi antara 20 klub sepakbola nasional bersama Gerakan Reformasi Sepakbola Nasional Indonesia (GRSNI) di Graha Jenggala, Jakarta 17 September 2010 melahirkan sebuah deklarasi. Deklarasi tersebut pada intinya berisikan keprihatinan klub sepakbola nasional atas terpuruknya kondisi sepakbola nasional.

Klub sepakbola profesional kemudian mengambil inisiatif bersama untuk membangun dan mendeklarasikan Liga Primer Indonesia (LPI) di Semarang pada 24 Oktober 2010. 

Semangat klub dalam membangun LPI juga merupakan sebuah komitmen untuk peningkatan standar sepakbola, baik secara organisasi maupun keuangan. Klub-klub memandang bahwa sistem bantuan permodalan dan sistem bagi hasil pendapatan dalam LPI dapat membuat klub mandiri secara keuangan dan profesional dalam pengelolaan.

Demi mencapai kemandirian, konsorsium LPI memberikan bantuan modal awal kepada setiap klub peserta agar terlepas dari ketergantungan pada dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Modal awal tersebut bervariasi antar klub sesuai hasil audit yang telah diselenggarakan.

Selain itu, LPI menganut azas pembagian pendapatan secara transparan dan bertanggung jawab kepada klub peserta. Sesuai kesepakatan bersama klub, pembagian pendapatan LPI akan dilakukan berdasarkan 2 skema, yaitu skema untuk pendapatan liga (mis: sponsor liga, hak siar, dll) dan skema atas pendapatan pertandingan (mis: sponsor lokal, hak siar, tiket, dll).
 
Terdapat 19 klub LPI yang secara resmi berpartisipasi dalam musim kompetisi 2011. Bersama ke-19 klub, LPI kemudian menampilkan logo resmi LPI guna menciptakan citra sepakbola Indonesia yang bersih dan moderen. 

"LPI merupakan langkah awal menuju profesionalisme dan kemandirian sepakbola Indonesia," ungkap Arifin Panigoro, Chairman LPI. "Pekerjaan kita tidak hanya berhenti di sini. Langkah berikutnya adalah mereformasi organisasi sepakbola, mengembangkan sports science institute, dan membina bakat-bakat muda melalui kompetisi yang berjenjang."  

Terkait status LPI yang masih menjadi pro-kontra bagi sebagian kalangan, LPI menegaskan bahwa afiliasi dengan otoritas sepakbola Indonesia, dalam hal ini Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) tetap diupayakan. Sementara itu, para perangkat pertandingan, pelatih dan pemain yang akan menjalankan tugas dan terlibat dalam musim kompetisi LPI telah mendapatkan jaminan melalui kontrak kerja jangka panjang.

Musim kompetisi LPI akan menerapkan sistem kompetisi penuh (double round robin) dimana setiap klub akan bermain di kandang dan tandang. Empat pertandingan akan diselenggarakan pada setiap akhir pekan dan satu pertandingan pada Senin malam. Mengenai hak siar pertandingan langsung dan tunda, LPI masih menyeleksi stasiun televisi yang paling tepat, mengingat besarnya tantangan kepada stasiun televisi terpilih dalam menyiarkan pertandingan.
 

KLUB PESERTA LIGA PRIMER INDONESIA
 
1. Aceh United 
Pelatih : Lionel Charbonnier (Perancis) 
Stadion : Harapan Bangsa, Banda Aceh (kapasitas 40.000) 

Persebakbolaan di Kota Banda Aceh kembali hidup dengan kehadiran Aceh United sebagai salah satu peserta Liga Primer Indonesia. Banda Aceh memiliki potensi besar karena banyak tersedia bakat-bakat pemain muda dan suporter sepakbola yang aktif. Adalah Aceh United yang akan menampung bakat-bakat pemain muda Banda Aceh untuk berprestasi dan memberikan tontonan menghibur kepada para suporter.

2. Bali De Vata 
Pelatih : Willy Scheepers (Belanda) 
Stadion : Kapten i Wayan Dipta, Gianyar (kapasitas 25.000)

Bali tercatat pernah memiliki tim-tim yang bermain di pentas sepak bola nasional, seperti pada era Liga Sepak Bola Utama (Galatama) tahun1980-an dan Liga Divisi Utama pada tahun 2000-an. Kini Liga Primer Indonesia (LPI) bertekad membawa semangat Bali dalam revolusi sepakbola nasional melalui klub Bali Dewata.

3. Bandung FC 
Pelatih : Nandar Iskandar 
Stadion : Siliwangi, Bandung (kapasitas 25.000)

Bandung selalu memiliki klub-klub yang berprestasi di kancah sepakbola nasional. Setelah Persib dan Maung Bandung Raya, kini muncul Bandung FC sebagai klub sepakbola baru di Bandung yang akan semakin mengharumkan nama kota kembang ini. Kekuatan klub muda ini langsung terlihat dalam Laga Pra Musim kompetisi dan memiliki harapan besar di arena Liga Primer Indonesia.

4. Batavia Union 
Pelatih : Roberto Bianchi (Brasil) 
Stadion : Tugu, Jakarta (Kapasitas 20.000)

Mewakili kota Jakarta, Batavia Union merupakan klub baru dengan materi pemain-pemain yang handal dan berpengalaman menggeluti liga nasional. Meski baru, klub ini telah memiliki basis suporter yang setia dan bersemangat. Klub ini juga merupakan salah satu klub yang bersinar pada Laga Pra Musim Kompetisi LPI.

5. Bogor Raya 
Pelatih : John Arwandy 
Stadion : Persikabo, Bogor (kapasitas 15.000) dan Pajajaran, Bogor (kapasitas 12.000)

Klub yang dikenal dengan nama Laskar Kujang ini berisikan manajemen muda yang kreatif dan penuh semangat. Klub ini juga membuat kejutan dengan mendatangkan mantan pemain River Plate, Diego Bogado, gelandang sayap asal Argentina berusia 24 tahun. Bogor Raya optimis dapat mengubah persepakbolaan Indonesia melalui semangat generasi muda.

6. Cendrawasih Papua 
Pelatih : Uwe Erkebrecher (Jerman) 
Stadion : Mandala, Jayapura (kapasitas 30.000)

Cendrawasih FC lahir dari klub Kontiki FC, yang merupakan binaan para mantan pemain Persipura yang tergabung dalam Asosiasi Mantan Pemain Persipura (AMPP). Papua sendiri dikenal sebagai ladang bakat-bakat muda pemain sepakbola Indonesia dan secara konsisten melahirkan pemain-pemain bintang.

7. Jakarta 1928 
Pelatih : Bambang Nurdiansyah 
Stadion : Lebak Bulus (Kapasitas 25.000)

Jakarta 1928 merupakan salah satu klub yang unik di pentas Liga Primer Indonesia. Klub ini membawa semangat perubahan yang diusung Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ), salah satu klub sepakbola yang menjadi bagian perjuangan di masa penjajahan dulu. Semangat yang sama selama ini bersemayam di klub Persija Jakarta.

8. Kabau Padang 
Pelatih : Divaldo Alves (Portugal) 
Stadion : Agus Salim, Padang (kapasitas 28.000)

Kabau Padang lahir dari inspirasi kemandirian yang telah dibangun oleh klub sepakbola mandiri Cement Padang. Melalui persiapan yang cenderung tertutup, Kabau Padang akan menyajikan gebrakan-gebrakan di dalam arena Liga Primer Indonesia.

9. Ksatria XI Solo 
Pelatih : Branko Babic (Serbia) 
Stadion : Manahan, Solo (kapasitas 24.000)

Kota Solo memiliki sejarah panjang dan membanggakan dalam persepakbolaan Indonesia. Klub asal kota Solo sempat menjuarai Galatama sebanyak 8 kali. Namun belakangan, nama Solo seakan tenggelam di pentas sepakbola nasional dan Jawa Tengah. Kini, Solo FC siap membawa Solo kembali berjaya di pentas nasional melalui Liga Primer Indonesia.

10. Makassar City 
Pelatih : Michael Feichtenbeiner (Jerman) 
Stadion : Andi Mattalata, Makassar (kapasitas 20.000)

Keinginan PSM untuk berkompetisi di Liga Primer Indonesia diwujudkan melalui klub Makassar City. Terkenal dengan animo masyarakat yang tinggi terhadap sepakbola, kota Makassar menjadi tempat yang strategis untuk membangun persepakbolaan Indonesia yang lebih baik.

11. Manado United 
Pelatih : Muhammad Al Hadad 
Stadion : Klabat, Manado (kapasitas 20.000)

Manado United merupakan klub sepakbola yang sudah cukup lama berdiri di Manado. Masyarakat di Manado sendiri sangat menantikan kehadiran dan selalu mendukung klub sepakbola yang dapat berprestasi dari daerahnya. Fokus Manado United adalan pengembangan pemain lokal. Diperkuat oleh mantan pemain-pemain Persma serta kehadiran marquee player Amaral, Manado United siap berprestasi pada musim kompetisi Liga Primer Indonesia pada tanggal 8 Januari 2011 nanti.

12. Medan Bintang 
Pelatih : Rene Van Eck (Belanda) 
Stadion : Teladan, Medan (kapasitas 20.000)

Sepakbola merupakan sebuah olahraga yang sangat digandrungi masyarakat Medan, dimana sejumlah klub-klub sepakbola sempat mengukir prestasi di kancah nasional dan internasional. Adalah Medan Bintang, klub baru yang mendapat dukungan sejumlah elemen, yang berambisi mengangkat dan membesarkan prestasi kota Medan.

13. Medan Chiefs 
Pelatih : Jorg Steinebruner (Jerman) 
Stadion : Teladan, Medan (kapasitas 20.000)

Medan Chiefs lahir dari semangat klub sepakbola Pro Titan, yang memang sudah tidak lagi mengandalkan APBD. Pro Titan sudah lama bergelut di kancah sepakbola nasional sebagai klub yang mandiri. Semangat perjuangan klub sepakbola dari Medan tersebut akan berkembang melalui Medan Chiefs.

14. Persebaya 
Pelatih : Aji Santoso 
Stadion : Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya (kapasitas 35.000)

Persebaya memiliki sejarah panjang dalam persebakbolaan nasional Indonesia. Klub ini sempat meraih prestasi gemilang ketika klub-klub Perserikatan dan Galatama bersatu dalam Liga Indonesia (1994) dan meraih gelar juara pada tahun 1997 dan 2005. Kini, Persebaya membuka lembaran baru untuk menorah prestasi di Liga Primer Indonesia.

15. Persema 
Pelatih : Timo Scheuneman (Jerman) 
Stadion : Gajayana, Malang (kapasitas 30.000)

Persema memiliki visi untuk memajukan persebakbolaan Indonesia. Berkat visi tersebutlah, Persema memilih untuk bergabung dengan Liga Primer Indonesia. Saat ini Persema telah memiliki tim yang sangat tangguh dan memiliki peluang besar di kancah Liga Primer Indonesia.

16. Persibo 
Pelatih : Sartono Anwar 
Stadion : Letjen Haji Sudirman, Bojonegoro (kapasitas 15.000)

Tim "Laskar Angling Dharma" berdiri pada 12 Maret 1949 dan merupakan juara Divisi Utama musim 2009-1010. Dengan prestasi tersebut, klub ini siap menoreh lembaran sejarah baru di Liga Primer Indonesia.

17. Real Mataram 
Pelatih : Jose Basualdo (Argentina) 
Stadion : Maguwoharjo, Yogyakarta (kapasitas 30.000)

Gairah sepakbola Yogyakarta kembali bersinar dengan hadirnya klub Royal Mataram. Nama Royal Mataram akan mewakili semangat dan kekuatan Kerajaan Mataram yang mendapat dukungan besar dari masyarakat Yogyakarta. Berbekal pemain-pemain berpengalaman, klub ini merupakan salah satu yang terkuat dengan mengantongi dua kemenangan.

18. Semarang United 
Pelatih : Edy Paryono 
Stadion : Jatidiri, Semarang (kapasitas 25.000)

Klub yang berbasis di Semarang, Jawa Tengah, ini sengaja disiapkan khusus untuk mengikuti Liga Primer Indonesia. Klub yang digagas oleh Novel Al Bakrie ini mendapat dukungan luas dari masyarakat sepakbola Kota Semarang. Bersama marquee player Amancio Fortes, Semarang United akan menjadi salah satu klub yang paling disegani di kancah Liga Primer Indonesia.

19. Tangerang Wolves 
Pelatih : Paulo Camargo (Brasil) 
Stadion : Benteng (kapasitas 25.000)

Semangat pendukung sepakbola di Tangerang tidak dapat diragukan lagi. Keberadaan Tangerang United di kota industri ini diharapkan dapat meningkatkan geliat dan semnagat persepakbolaan lokal. Dipimpin oleh pelatih yang jeli akan bakat-bakat muda, klub ini yakin dapat memperoleh tempat tersendiri di hati para pecinta sepakbola Indonesia.


PERBANDINGAN LIGA SUPER INDONESIA DENGAN LIGA PRIMER INDONESIA

Liga Super Indonesia (LSI) dengan payung PSSI.
Afiliasi regional: AFC
Afiliasi Internasional : FIFA
 
Struktur Saham:
-Yayasan: 5 persen
-Klub: 0 persen
-PSSI: 95 persen
 
Pembagian Hak Siar TV :
Hanya uang kompensasi siaran langsung : 0 persen
 
Pembagian Sponsor Utama : 0 persen
 
Keuntungan : 100 persen untuk PSSI/PT Liga Indonesia

- Wasit : Lokal
- Sumber Dana : APBD
- Badan Yudisial : Komdis dan Komding PSSI
- Peserta : 18 klub
- Sponsor : PT. Djarum (Rp.41.5 milliar)
- Hadiah : rp.1,5 milliar


Liga Premier Indonesia (LPI)
Afilliasi Regional: AFC
Afiliasi Internasional: FIFA
 
Struktur Saham:
-Yayasan: 100 persen klub
 
Pembagian Hak Siar TV:
Klub: 100 persen
 
Pembagian Sponsor Utama :
Klub: 100 persen
 
Keuntungan:
-Share Klub Peserta: 80 persen
-Untuk Pembinaan: 20 persen

- Wasit: Asing (2 tahun)
- Sumber Dana: Investasi Rp.15-20 milliar per klub
- Badan Yudisial: Komdis dan Komding LPI
- Peserta: 18-20 klub
- Sponsor: Konsorsium investor
- Hadiah: 5 milliar.
 
Hmm .. Kalo dilihat-lihat sepertinya LPI ini menjanjikan juga. Yah semoga saja LPI seperti misinya bisa membawa perubahan yang lebih baik dalam dunia persepakbolaan Indonesia.


Sumber :
http://ligaprimerindonesia.co.id/
http://m.beritajatim.com/detailnews.php/5/Olahraga/2010-09-17/77726/